Perkataan Fauzan untuk mengirim Dimitri ke UGD rumah sakit benar-benar terlaksana. Sebelum beranjak pulang dari rumah sakit karena penolakan dari keluarga Fawnia, beberapa perawat di rumah sakit menuntunnya menuju ruang UGD demi mendapat pertolongan pertama. Memang tak terlalu parah, tapi setidaknya ia tetap butuh beberapa kasa untuk menghentikan darah yang mengalir dari hidungnya, juga obat pereda nyeri untuk mengurangi sakit yang mendera kepalanya. “Lebih baik kamu pulang sebelum semua security di rumah sakit ini menyeretmu dengan paksa.” terngiang lagi perkataan Fauzi ketika ia hendak mengejar sang ibu yang kembali masuk ke kamar rawat Fawnia setelah menghajar dan memakinya dengan kasar. Dimitri memilih patuh, ia beranjak menjauh dari ruang perawatan Fawnia dan mengikuti langkah petug

