“Pa- pagi..” sapa Irawan pada perempuan cantik yang duduk sendirian di sudut La Costa café. Sepertinya café baru buka beberapa saat yang lalu, dan perempuan berambut panjang itulah yang selalu menjadi pelanggán pertama disana. Sekian detik ketika perempuan itu menoleh dengan wajah datar, makin jadilah canggung yang dirasakan Irawan. Apa dia salah berucap hingga perempuan cantik itu belum juga menjawab sapaannya? Hmm.. ini masih pagi kan? Irawan melirik sekilas pada jam dinding di belakang meja kasir, ini masih setengah sepuluh. Memang betul masih pagi kan? batin Irawan masih berkecamuk tak jelas. “Sendirian aja?” tanya Irawan lagi demi mendapatkan respon Fawnia, yang pagi itu tampil berbeda dengan kacamata berbingkai bulat yang membuatnya tampak jauh lebih muda. “Ehh.. pagi mas.” sah

