Sudah habis air mata Fawnia untuk menangisi Dimitri, sudah cukup ia menahan perih sendiri karena cinta sepihak yang tak pernah terbalas selama ini. Sehari sejak Dimitri ke Bandung, Fawnia memutuskan kembali ke rumahnya di Waru. Ia tak ingin kedua orang tua Dimitri menyadari kesedihannya, selain itu ia juga tak ingin mertuanya menyadari perubahan fisik yang semakin lama semakin tak bisa ia tutupi karena kehamilannya. “Duuh baru semalam ditinggal bang Dim udah sedih aja nak.” ucap ibu mertuanya, ketika mendapati wajah Fawnia yang sembab juga kedua mata yang tampak bengkak karena tangis. “Mama bisa aja.” elak Fawnia. “Itu kelihatan habis nangis, pasti karena ngambek ditinggal bang Dim.” tebak Wulandari. “Nggak ma, kan udah biasa juga kalau bang Dim ada kerjaan di luar kota.” lirihnya. “Ma

