Dimitri. Pria dengan setelan berwarna biru muda dipadukan celana kain berwarna kakhi itu tampak sumringrah melewati beberapa orang yang sedang mengantri mengambil bagasi di bandara Juanda Surabaya. Tersenyum tipis, ia mulai mengeluarkan ponsel dan mencari salah satu nama dari daftar panggilan. Setelah mendengar dua kali nada panggilan, ia menempelkan benda pipih itu di telinga kirinya. “Nola, dimana?” ucapnya ramah begitu mendengar suara lemah lembut yang akhir-akhir ini sering menemaninya. “Di jalan, baru balik dari Ocean Group.” “Meeting?” “Nggak sih, cuma ngajuin anggaran terbaru yang kemarin sempat mereka kembalikan. Kenapa?” “Habis ini balik ke kantor lagi nggak?” tanya Dimitri memastikan lagi. “Nggak, mau balik aja, udah nanggung juga jam segini,” Nola melirik jam tangan deng

