"Ck! Lama banget, sih?" Sakha jengkel, menepuk-nepuk kemudia seraya merokok di dalam mobil. Dia tidak keluar dari mobil karena sedang sembunyi. "Shif, belok ke jalan kanan, ya. Gue pakai mobil Sathir. Turunin Xella di depan fotocopy!" "Kok gitu?" Sahutan suara yang diinginkan Sakha. Tanpa sadar laki-laki itu tersenyum. "Hallo?! Ngapain nurunin gue di situ?" ulang Xella masih menunggu jawaban bahkan beberapa kali mengecek ponsel Shifkha takut-takut teleponnya sudah mati. "Di situ rame. Lo lagi di mana?" tanya Sakha mengalihkan topik pembicaraan awal. “Kantin. Lovina sama Shifkha,” jawabnya lengkap sebelum ditanya sama siapa dan sebagainya. Entah mengapa Xella sampai hafal membuat Xella terkekeh lalu tanpa aba-aba mematikan teleponnya. Menyalakan mesin mobil membawanya ke kampus. Bod

