“Halo Alya,” sapa ketua desa dengan para tetua desa dibelakangannya, “lama tidak berjumpa, kamu apa kabarnya? Dan siapa laki-laki di sebelah kamu? Saya gak pernah liat dia bersama kamu ke sini.” “Halo tuan Hiriyako, lama ya gak berjumpa, dan halo juga para tetua, saya kangen bisa ngobrol bareng sama tetua, banyak hal yang saya pelajari dari tetua. Oh iya,” aku menarik lengan profesor Hangga, “kenalkan beliau adalah profesor saya di kota dan beliau akan membantu kita untuk mempersiapkan banyak hal di sini, namanya Hangga. Beliau udah berpetualang di banyak negara, mengenal seluk buluk tentang pemerintah, dan itu menjadi poin plus untuk kita.” “Salam kenal, saya Hiriyako, ketua desa Awan di sini, dan yang di belakang saya ada para tetua dan penasehat desa Awan,” Hiriyako mengulurkan lengan

