AJ#72 Nona Hizy

1682 Kata

Profesor Hangga sama sekali gak memberikan aku kesempatan untuk berkeliling desa Awan, mengecek satu persatu keadaan warga-warganya yang gak bisa aku bilang kalau mereka baik-baik aja. Wajah mereka kebanyakan sudah mulai muncul ruam-ruam biru kehijauan, mata mereka juga mulai tidak bisa fokus untuk melihat. Bahkan kasus terparah di desa ini adalah mereka akan mengeluarkan busa berwarna putih yang disusul dengan darah segar dari mulut dan hidung mereka sebelum akhirnya mereka meninggal, hanya dalam hitungan menit aja. “Kak!” geramku saat profesor Hangga merangkul bahuku, bukan waktu yang tepat untuk berman-manja ke aku, dan dia sama sekali gak mengubris ucapanku dan melakukan semua yang dia inginkan. “Nona Alya! Syukurlah nona udah datang, tuan, tuan Hirako muncul tanda ruam juga nona!” s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN