Aku gak bisa menahan tawa sama sekali, sikap profesor Hangga itu tiba-tiba bisa berubah total, dia gak kaku dan langsung hangat saat berhadapan langsung dengan anak kecil, bahkan yang biasanya enggan buat disuruh-suruh tiba-tiba dengan suka rela menawarkan diri menjadi badut biar bisa menghibur anak-anak panti asuhan. “Kak kok mau jadi badut kayak gitu sih?” tanyaku saat kami berdua sudah berpindah ke taman, hanya berdua dengan malam yang semakin larut, kegiatan juga udah tidak seramai sebelumnya. Profesor Hangga merentangkan lengannya, “Soalnya saya bahagia bisa ngeliat anak kecil yang gak lengkap keluarganya kayak saya bisa ketawa, seenggaknya saya bisa menghibur mereka dan buat tawa kembali keluar dari mulut mereka,” ucap profesor Hangga dengan lantang, “kadang yang kita rasa bukan se

