“Kamu gak apa-apa?” profesor Hangga berjongkok di depanku, lengannya gak melepas genggaman lengan kami berdua, wajahnya masih panik setelah kak Azura pergi meninggalkan kami berdua. “Dia mantan profesor?” tanyaku setelah memberanikan diri untuk bertanya, entah kenapa rasanya gak rela kalau profesor Hangga ada hubungan dengan wanita lain selain aku, kayak ada perasaan kesal. “Ya, aku gak bisa mengelak lagi kan?” jawabnya dengan pasrah, tanpa berniat menjelaskan lebih lanjut tentang hubungan mereka, profesor Hangga semakin mengeratkan pegangan lengannya. “Aku harus pulang, udah mulai malam,” ucapku berusaha melepaskan tautan lengan profesor Hangga, “profesor bisa lepasin tangan saya? Kalau ada yang liat pasti mereka mikir yang engga-engga sama saya lagi. Ini udah mulai malam juga, saya ha

