"Tak ada barangmu yang hilang, lagian tak ada barangmu yang berselera untuk dicuri orang, " sungutku. Luna sibuk mematikan laptopnya. Mengabaikanku. "Jangan buruk sangka ya! Itu laptop belum aku apa-apain. Aku tak tahu isinya apa saja," jelasku dengan serius! "Ya...aku tahu. Kecuali kau hacker sekelas Vladimir Levin, " timpal Luna masih sibuk melepaskan cadar dan hijabnya. Aku mengerucut. Siapa pula yang dia sebutkan. "Kenapa? Keluar sana! Jaga batasanmu! " ketus Luna mengusirku. Aku sangat kaget diperlakukan begitu. Tega. Batasan apa? Aku ini suaminya! Tapi aku harus sabar. Syukur-syukur dia pulang, setidaknya aku aman dari amukan kakekku. "Hmm siapa emir living yang tadi kamu sebut itu, Dek? " tanyaku pelan. Aku cukup penasaran. "Vladimir Levin, " ketus Luna. "Iya sudah, siapa

