64_BERSEKUTU

1167 Kata

Ratih masih memegang pipinya yang memerah akibat tamparan ayahnya. Nindi yang sedari tadi duduk di sofa, dengan tangan terbalut perban. Tampak ia sudah dipasangi sling arm yang menopang kedua tangannya yang ditahan gesper besi hitam. "Kalian berdua sudah coreng mukaku di depan majikanku! Andai Angel tak melarangku membunuh kalian, sudah kujadikan kalian santapan srigala! " Ratih hanya terus terisak, masih terus mengelus pipinya sendiri yang terasa panas. "Kalian tak tahu, Angel tak peduli dengan hutang-hutangku padanya. Justru memintaku mengembalikan fasilitas kalian. Luar biasa. Dia bagai malaikat. Tapi kalian memang berhati iblis. Setelah ini, bagaimana bisa semua kembali normal? Jawab aku Ratih!" Otot-otot leher dan wajah Aderald tampak mengeras. Berkedut rahang tuanya itu dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN