"Kau baik-baik saja?" tanya Jesica seperti sadar dengan kondisiku. Aku hanya mengangguk pelan. "Tak ada yang meminum racun ini kan Yudha?" selidiknya. Aku menggeleng. "Syukurlah. Baiknya kau buang saja. Lebih baik kau bungkus dan tanam di tanah lapang sebab jika dekat pohon, dikhawatirkan mengganggu tanaman itu," jelas Jesica. "Separah itu?" Jesica mengangguk. "Dan ini racun yang mahal. Harganya mencapai 200 juta. Benda ini tidak diproduksi di sini. Kemungkinan dari Uzbekistan atau India. Selama ini, aku hanya membaca tentang racun ini tapi sekarang aku menelitinya langsung. Luar biasa." 'Mama, kenapa Mama ingin membunuh Luna?' desis hatiku. "Are you oke?" tanya Jesica. Aku tersenyum. "Terimakasih, Jes. Akan kutransferkan secepatnya," ucapku. Jessica menggeleng. "Ha

