Ratih dan Nindi bergegas turun dari mobil. Mereka terlihat bersemangat sebab Ratna meminta kedatangan mereka untuk bebas memilih tas branded miliknya. "Ada angin apa Si Bungsu mau kasih kita barang brandednya ya, Nind?" tanya Ratih. "Kepenuhan kali, Ma. Suaminya kan banyak uang, jadi dia mau beli yang terbaru," jawab Nindi. Ratih menganguk-angguk. Ingin rasanya ia menanyakan putri keduanya itu kapan menikah juga, tapi ia takut Nindi tersinggung. Ratna menyambut ibu dan kakaknya. Ada peluh di dahi wanita itu. "Kok pucat mukamu, Rat?" tanya Nindi. "Biasa kak. Orang hamil muda," jawabnya senetral mungkin. "Suamimu ngantor?" tanya Ratih celingak-celinguk. Belum sampai Ratna menjawab, Aleksei muncul. "Aku di sini, Ma. Nemenin Ratna yang lagi ngidam," timpal Aleksei dengan seny

