"Hallo! Hallo My Angel?" suara Marimar terdengar panik. "Hallo!" pekiknya lagi. Luna menghembus nafas. "Aku di sini, Marimar," jawab Luna datar. "Bagaimana ini My Angel? Aku harus bagaimana!? Apa yang harus aku katakan? Mendapatkan email darinya saja sudah membuat kulitku mengelupas. Aku sangat takut, My Angel," racau Marimar dengan kecepatan tinggi. "Jangan khawatir. Katakan pada Eville, aku tidak takut. Aku memilih mati daripada menjadi gundiknya." "My Angel! Lebih baik kita pergi dari sini lebih jauh lagi. Ke tempat di mana iblis kadal itu tak kan bisa menemukan kita!" "Tenanglah. Kamu jaga dirimu baik-baik." Tanpa pikir panjang, Luna langsung mematikan ponselnya. Dihembuskan nafasnya kuat-kuat. Melesat, mengendarai mobil suaminya, pulang. Perlahan Luna memasukkan kunci c

