"Ya ampun, sudah seperti lihat setan aja sih kamu, sayang. Aku jadi heran, pelet apa ya, yang dipakai istrimu?" Aku mundur. Takut. Sungguh takut. Wanita yang bergandengan tangan dengan laki-laki berlidah kadal itu ada di depanku. Tersenyum dan semakin dekat. "Pergi, jangan dekati aku!" seruku. "Kamu kenapa sih, Mas?! Oke lah, kalau kamu memang sudah move on dari aku, ya sudah. Tapi aku ingin tetap berteman sama kamu. Bolehkan? Apa aku harus mengulangi momen saat kita berkenalan untuk pertama kali?" Wanita itu mengulurkan tangannya. Aku menggeleng. Kulonggarkan sedikit dasiku. Rasa kaget dan takutku menyatu, membuat nafasku serasa agak sesak. "Kok sombong sekali sih, Mas. Aku mau kita memulai dari awal. Tepat sebelum kamu kenal aku," rayunya lagi. "Aku sudah mengenalmu," jawabku

