Aderald hadir mengunjungi Luna yang sedang berlatih. Laki-laki tua namun masih bugar itu membungkuk dan terus membungkuk. Namun kedatangannya diabaikan oleh tuannya. Cukup lama, barulah Luna mau mengeluarkan suara. "Berhentilah Aderald! Mau sampai kapan tubuh tuamu itu kau siksa begitu," ucap Luna masih terus menendang. Aderald tegak perlahan. "Maafkan saya My Angel yang tak banyak tahu dan membiarkanmu harus turun tangan secara langsung," ucap Aderald. Luna diam sejenak. "Tak banyak tahu itu, tak sama dengan pura-pura tidak tahu," sindir Luna. Tubuh Aderald langsung turun. Laki-laki tua itu sekarang sedang berdiri dengan lututnya. Tanpa ekspresi. "Itulah mengapa aku tak ingin keluargamu tahu siapa aku. Manusia memang tamak, rakus!" Luna kembali menendang, kali ini terdengar

