BAB 1 ODIE
"hallo tante, ada apa?....." jawab odie karna ada yang menelfon nya
"hallo die, akhirnya km angkat juga, bisa pulang sekarang" kata tetangga nya yang menelpon dia.
"ada apa yaa tante, odie belum selesai acara nya" kata odie yang masih di gedung buat ngerayain kelulusannya.
"odie nak, pulang dulu yaa sekarang, ada kabar penting yang harus kamu tau" katanya dengan suara yang bergetar dan seperti tahan nangis. dan itu membuat odie kepikiran.
"iya tante, odie akan pulang sekarang" odie langsung mematikan HP nya. "guys, gue pulang dulu yaa, tadi dapat telfon dari rumah" kata odie ke temen-temennya yang mau siap-siap pulang ke rumah. "yahh odie, kan kita mauu ngerayain di bar, masak lo nggak ikut sih" kata fani sahabat dekatnya. dia memiliki 3 orang sahabat, yaitu fani, Viola dan marsha. ketiganya sudah memiliki pacar, tinggal odie yang belum karna dia memang tidak mau buat cinta-cintaan dulu. banyak laki laki yang menyukainya karna auranya memikat semua orang. "next time gue bakal ikut ke kalian, byee gue pulang dulu" kata odie dengan agak berlarian keluar. sampai disana dia di hadang oleh segerombolan laki-laki. "eh lo mau kemana? lo mau pulang" kata ardi yang baru keluar dari gedung. "iya nih, gue mau pulang anterin gue dong" odie dan ardi emang udah lama berteman. odie hanya menganggap ardi sebagai temen tapi tidak dengan dia. "oh yaudah deh ayo" ardi menarik tangan odie keluar dari sana. di dalam mobil, mereka hanya diam. odie sibuk dengan isi pikirannya sampe membuat ardi bertanya-tanya. " lon kenapa sih? kek mikirin sesuatu " ucap ardi yang memulai obrolan nya. mendengarkan ituu dia menoleh kesamping, "gue juga ngga tau kenapa, perasaan gue gelisah gitu" katanya seadanya, dia kembali sibuk dengan pikirannya. "perasaan lo aja kalii" timpal ardi habis itu mereka diam sampe tiba di rumah odie. odie langsung masuk kerumah nya sampe lupa mengucapkan terimakasih. saat masuk ke rumahnya, sudah banyak orang disana dengan berpakaian hitam, ada juga orang terlentang disana di tutupin dengan kain kafan. dan itu membuat odie semakin tidak enak. "tante liat mama ngga" kata odie ke tetangganya yang menelpon dirinya. bukannya menjawab tapi justru dia memeluk odie dengan kuat. "kamuu yang sabar yaa nak, tante tau kamu anak kuat" kata tetangga nya yang begitu pilu. perasaan odie semakin tidak enak apalagi dia melihat ada kain kafan disana. "tante ini ada apa, ada apa di rumah odie" tetangga nya pun menceritakan semuanya ke odie. "orang tua kamu meninnggal karna di bunuh, pembantu kamu menemukan ada bekas tembakan sma pisau di tubuhnya, saat di temukan mereka udah ngga bernyawa lagii".odie mendengarkan itu langsung terjatuh. dunia seakan akan hancur berkeping-keping, hatinya begitu remuk dan hancur, air matanya terus mengalir tanpa henti, dia merasakan sesak didadanya membuatnya susah bernafas. dia tidak mau kehilangan orang yang dia sayangi, lebih baik dia meninggalkan orang yang dia sayangi dari pada dia di tinggal pergi. kalau bisa waktu di ulang, dia ingin mengulangi waktu, dia ingin tetap tinggal di rumah dari pada pergi ke acara prom night. mau ngomong pun rasanya susah, karna dia ngga tauu mau ngapain lagii. rasanya bener-bener hancur. siapa yang tega melakukan ini ke dia. "kenapa? kenapa orang tua odie di bunuh, orang tua odie salah apa? tante bohong kan?" katanya yang tidak percaya. "kamu yang kuat yaa nak, tante tau kamu belum bisa menerimanya, tapi tante yakin kamu anak yang kuat, anak yang hebat" ucap tantenya yang menenangkan odie. tapi gagal, odie tetap aja menangis sampai akhirnya dia jatuh pingsan. malam itu juga orang tuanya di makam kan, tapi odie tidak ikut karna ini terlalu menyakitkan baginya.
pagi harinya, dia udah di kejutkan ada beberapa bodyguard yang berbaju hitam dan pihak bank yang ingin menyita rumahnya. "rumah anda saya sita, karna hutang piutang orang tua anda" kata bank itu. odie yang lagi pusing tidak tidur semalam semakin pusing mendengar perkataan bank tersebut. tidak ada yang boleh mengambil rumahnya, hanya itu tempat dia berlindung, hanya itu tempat dia tinggal. "pak saya mohon jangan pak, hanya ini tempat tinggal saya satunya-satunya, berikan saya sedikit waktu untuk membayar hutang orang tua saya" kata odie yang memohon ke orang bank tersebut. "maaf, tapi kami sudah memberikan waktu 2 minggu untuk melunasi hutang-hutang tersebut, tapi ngga ada pembayarannya, jadi kami terpaksa harus mengambil rumah ini". baju-bajunya di lempar begitu saja keluar, begitu juga koper. dia kembali menangis karna nasibnya begitu mengenaskan, "kenapa nasib odie seperti ini, apa kesalahan yang pernah odie perbuatkan?" saat pihak bank itu sudah pergi dia paksa sama bodyguard masuk ke mobilnya. " saya mau di bawa kemana pak? saya tidak di jual kan" katanya yang masih nangis sesegukan. "nona tenang saja, kami diminta sama tuan kami membawa nona ke mansionnya" mobil hitam tidak berplat itu melaju ke mansion pribadi seorang CEO terkaya di kotanya. dia begitu takjub dengan bangunan tinggi yang dia lihat di depan matanya. di saat dia berjalan, dia dikawal sama bodyguard dan ada assisten yang menunduk hormat ke arahnya. dia tidak begitu mengerti apa yang terjadi sebenarnya. di hanya mengikuti apa yang terjadi pada dirinya. "nona silahkan duduk, sebentar lagi tuan akan datang kesini" kata salah satu bodyguard tersebut. dia merasa tidak pantas duduk di sofa tersebut. dia hanya memilih berdiri saja, tidak lama dari itu ada seorang bermata tajam menatap nya, bertubuh kekar dan tinggi datang menghampiri dirinya. "silahkan duduk" kata nya dengan suara beratnya. tapi odie menolaknya dengan secara halus "tidak usah pak, saya berdiri saja" tapi pria itu menggelengkan kepalanya. "tidak sopan kalau lagi mengobrol saya duduk anda berdiri" katanya dengan tegas. akhirnya odie duduk di sofa tersebut, datanglah assisten nya membawa minuman. "kamu ingin tau kenapa rumah kamu di sita sama bank, dan kamu di bawa kesini sama bodyguard saya? " mendengar itu odie menjadi bingung sama pria di depannya. kenapa dia bisa tauu kalau rumahnya disita bank. "iya pak, saya ingin tau apa sebenarnya yang terjadi, dan ini tiba-tiba bangett" pria itu memperkenalkan dirinya di depannya. "perkenalkan nama saya dirga, saya seorang ceo di perusahaan alveroz, dan tujuan saya membawa kamu kesini yaitu memberikan kamu tempat tinggal, kamu boleh tinggal di sini, asalkan" dirga memberikan sebuah berkas ke odie "liat disini" odie langsung mengambil berkas tersebut dan membuka nya, saat dia baca dia begitu kagett apa yang dia liat "menikah?"
hallo selamat malam, terimakasih yaa sudah membaca cerita akuu. ini cerita pertama aku, dan masih pemula, maaf kalau masih berantakan. jika ada kritik, saran atau pujian kalian bisa coment dibawah yaa, aku menerima semuanya asalkan pakai kata-kata yang sopan🙏🙏