Aku menatap senyuman di wajah Sabda yang belum kulihat hingga sejelas ini. Pria itu melepaskan masker yang menutupi wajahnya semalam dan kini aku berhasil melihat wajahnya tanpa yang tanpa penghalang. Dia sangat tampan. "Kamu nggak mau tanya sesuatu?" ucapnya sambil mengusap pelan pipiku. "Ketika seseorang memutuskan untuk menyembunyikan sesuatu itu adalah pilihan yang memang sudah dipikirkannya secara matang-matang dan di baliknya pasti tersimpan rahasia yang tidak dia inginkan untuk diketahui orang lain. Aku nggak akan menuntut kamu buat cerita, itu rahasia kamu dan semua orang berhak punya rahasia." Aku menatapnya sayang. Meski aku sudah pernah melihat wajahnya tapi melihat dari jarak sedekat ini benar-benar membuatku bergetar. Pria ini terlalu menyilaukan dan dia suamiku. Wahai manu

