Pulang ke Rumah

955 Kata

Di dalam mobil mewah yang dia kendarai, Sabda menggenggam tangan Mia yang sudah tertidur lelap di bangku penumpang. Pria itu bahkan sampai rela berhenti sejenak untuk membeli selimut agar Mia tidak kedinginan. Walau Mia menggunakan dress, sikap posesif Sabda yang ingin membuat Mia nyaman tidak bisa ditahan. Mereka sudah sampai rumah dan tampaknya perjalanan dari restoran barbeque tadi benar-benar membantu Mia untuk beristirahat dengan nyaman. Wanita itu sudah membuka matanya dan sedikit linglung. Dia tidak langsung bereaksi cepat karena nyawanya yang masih tercecer. "Kita udah sampai rumah. Kamu nggak mau masuk?" Sabda bertanya sambil merendahkan nada suaranya. Mia yang awalnya masih belum sadar langsung menoleh ketika mendengar suara milik suaminya. Mia mengerjakan matanya beberapa kali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN