Makan Malam bersama

985 Kata

Aku melirik Dimas dan pria itu tampak canggung karena aku berani terang-terangan mengomeli Desti tepat di depan dia. "Gue lagi tertarik sama musik Kak dan gue sengaja ikut Dimas karena gue mau belajar lebih banyak lagi." Aku hanya menghela nafas pelan sebagai jawaban. Toh aku juga tidak peduli apa yang ingin dia lakukan, hanya saja aku sedang ingin membuatnya kesal. "Gue bakal telepon orang rumah supaya lo dijemput di sini. Ingat Desti! Lo itu masih kecil dan nggak baik buat anak seumuran lo berkeliaran sampai malam apalagi sama orang yang nggak dikenal," kataku sambil melirik Dimas, "lagian besok Lo masih ada kelas, kan." Aku mengatakan itu sambil memberi isyarat pada Dean untuk menghubungi orang rumahku dan tentu saja hal itu membuat Desti tidak memiliki kesempatan untuk menolak. Set

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN