Emosi Dimas tampak tidak stabil. Apalagi sekarang dia juga sampai berteriak murka di depan mamanya. Putra yang melihat apa yang sedang terjadi langsung beranjak dari kursinya. Tempramen Dimas yang begini bukanlah hal yang baik. Meski marah, anak itu tidak seharusnya berteriak pada mamanya. Putra menghadiahkan tamparan ke Dimas. Suaranya terdengar nyaring. Bahkan Dimas sampai terhuyung ke belakang karena aksi yang ditunjukan Putra. Dimas yang tidak menyiapkan diri sampai terpaku di tempatnya. Bukan karena tamparannya yang membuat dia marah. Dia hanya merasa kecewa karena sikap kedua orangtuanya yang selalu memaksakan sesuatu yang tidak pernah dia suka. Seumur hidup, yang Dimas lakukan hanya perintah yang sudah dipersiapkan mereka. Semua orang yang hadir di sana hanya bisa diam membeku ka

