"Omong kosong apa yang kamu bicarakan. Ayo kita pergi ke perusahaan. Harusnya dia melakukan hal ini di rapat pemegang saham. Dia juga perlu izin dari pemegang saham yang lain apakah boleh memperlakukan kami sekejam iji yang notabenenya adalah pemegang saham terlama di perusahaan." Putra sudah kelewat marah sampai membuat wajahnya memerah. Pria paruh baya itu pun berteriak sangat keras. "Pranadipta Group itu bisnis keluarga. Setiap anak dari keturunan Pranadipta memiliki bagiannya sendiri. Itu merupakan peraturan yang harus ditaati dan berjalan selama bertahun-tahun. Punya hak apa si Sabda sampai dia berani mengubah peraturan itu sesuka hatinya dia?!" Sutan hanya berdiri diam di sana. Dia membiarkan Putra menjelek-jelekkan Sabda sesuka hatinya. "Untuk saat ini Pak Sabda hanya ingin meng

