“Baiklah, Emma. Jaket itu adalah pemberian mendiang ayahku. Kalau kau mau memilikinya, berjanjilah selalu menjaganya untukku,” kata Cyrene dengan perasaan berat hati merelakan jaket kesayangannya itu. Emma pun terperangah karena tidak tahu sejarah jaket tersebut. “Ba-baiklah. Akan kujaga selalu. Aku janji!” Cyrene akhirnya tersenyum. “Jaket ini akan selalu melindungimu. Akan kuusahakan selalu datang ketika kau dalam kesulitan.” Anak perempuan itu pun mengeluarkan sesuatu dari kantung piyama rumah sakitnya. Sebuah pin akrilik berbentuk kepala kucing berwarna hitam dengan mata Heterochromia. Diambilnya salah satu tangan Cyrene dan diserahkan pin tersebut. Kemudian mereka saling melempar senyuman. Cyrene pun bangkit dan melambai pada Emma sebelum dia berjalan mendekati Carden dan yang lai

