Heksa menghela napas berat melihat sang mama kembali membawa makanan yang disiapkan untuk Reksa keluar. Bisa ditebak, saudara kembarnya pasti tidak mau makan. Jangan lupa kalau Reksa jauh lebih rewel dibanding Heksa saat sakit. Bayi baru menetas saja kalah. Semenjengkelkan itu. "Ma, aku aja yang bujuk Abang makan." "Adek bisa?" Pemuda itu mengangguk mantap. Ia yakin bisa membujuk Reksa makan bagaimanapun caranya. Toh ada banyak sekali alasan untuk membuat kembarannya patuh. Aulia tersenyum, lantas menyerahkan nampan berisi makanan pada putranya. "Bujuk Abang, ya? Tapi, kalian jangan berantem." Lagi, Heksa mengangguk. Sepeninggal sang mama, Heksa langsung masuk ke kamar saudara kembarnya. Pemuda itu mengambil posisi duduk di tepi tempat tidur Reksa, kemudian menyimpan nampan di atas me

