Orang pilihan

1334 Kata

"Dek, udah salat? Kok malah bengong?" tanya Reksa sembari melipat sajadah. Pemuda itu sedikit terkejut karena selesai salat justru mendapati sang adik tengah memusatkan pandang, menatapnya dengan tatapan sulit diartikan. Heksa tak langsung menjawab, sibuk tenggelam dalam lamunan. Di matanya, sosok Reksa nyaris mendekati sempurna. Benar-benar tipe lelaki ideal. Pintar, tampan, taat beribadah, meskipun sering bersikap dingin tetapi memiliki hati yang baik. Dibanding Reksa, Heksa merasa seperti tidak ada apa-apanya. Ibadahnya selama ini seolah hanya ritual, sebab di saat bersamaan Heksa juga melakukan perbuatan tidak terpuji dengan mabuk-mabukan. "Bang, lo sayang banget, ya, sama gue?" Alis tebal Reksa bertautan. Lelaki itu melangkah mendekati ranjang sang adik, lalu menyentuh dahi Heksa.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN