Sakitnya berharap

1053 Kata

Heksa berjalan terhuyung-huyung keluar dari kamar mandi. Sebelah tangannya menggapai dinding mencari pegangan, sementara satunya lagi tertahan di area perut. Sakit itu bahkan tak memberinya waktu untuk beristirahat, terus menghantamnya berulang, mendorongnya perlahan pada jurang putus asa. Padahal, sebelum ini ia berusaha keras mengatakan pada dirinya sendiri untuk sembuh. Kakinya melemas, membuat tubuh Heksa rebah dengan nyeri yang kian hebat. Pemuda itu tersungkur di lantai bahkan sebelum menempatkan diri di tempat tidur. Susah payah Heksa mencoba bangkit, tetapi semakin tegak tubuhnya sakit itu semakin kukuh merobohkan pertahanannya. Tangan kanannya terangkat menggapai-gapai tepi tempat tidur, mencari keberadaan ponselnya di sana. Saat teraba, Heksa langsung mengambil benda itu. Saat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN