"Mau aku atau kamu yang menjelaskan, Sayang?" Lelaki itu dengan berani melangkah lebih dekat, kemudian merengkuh pinggang perempuan yang kini berdiri di sebelahnya. Refleks Helena mendorong pria itu. Rautnya tampak marah. "Berengsek kamu, Mark! Berapa kali aku bilang kalau Hegar bukan putramu! Dia anak Mas Bara!" Sontak Mark tertawa. Lelaki berperawakan tinggi kurus itu kemudian menatap Bara dan Helena bergantian. "Kamu bicara seyakin itu seolah-olah enggak pernah terjadi apa pun antara kita? Oke, bukan aku yang pertama kali mencicipi tubuh kamu. Aku akui lelaki itu hebat karena bisa membuat kamu berbuat jauh. Tapi, apa ada jaminan kalau anak Hegar bukan anakku?" Bara hanya diam melihat interaksi dua orang itu. Saat Helena mendekat, kemudian merengek sembari mengapit tangannya, Bara mas

