Tertampar kenyataan

1414 Kata

Miki tidak pernah punya niat untuk kembali ke tempat ini. Namun, rasa takut dan sepi yang nyaris menelannya bersamaan, membuat Miki berpikir untuk melarikan diri. Kepala pemuda itu rebah, sejajar dengan beberapa botol minuman yang sejak beberapa jam lalu menemani. Dentuman musik keras, pun kerlip lampu warna-warni tak sedikit pun mengusiknya. "Udah dari tadi dia begini?" Rendra mengangguk. "Sorry gue ngerepotin lo. Gue enggak pegang duit banyak, lagi dihukum. Sementara yang harus dibayar hampir satu juta. Tumben banget lagi Miki enggak bawa dompet." Yohan menghela napas, mengeluarkan dompet berikut sejumlah uang dari dalamnya, kemudian membayar tagihan Miki. "Lo tahu rumahnya di mana? Mending kita antar aja sekalian." "Iya gue tahu." Sebenarnya Yohan sebal sekali pada Miki. Di saat ko

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN