67. Air Mata Penyesalan

1173 Kata

Cantika tiba-tiba tertawa sendiri padahal orang-orang di depannya tak bisa menyembunyikan wajah tegang menghadapi kabar soal kondisi Aruna ini. “Ah, ya… Aku ingat sekarang,” kata Cantika di sela tawanya. “Aku pernah membayar algojo untuk menyerang Aruna dan membuatnya keguguran. Tapi itu sudah lama, Beb.” “Jadi benar kamu yang melakukannya?” tanya Batara sekali lagi sambil menatap tak percaya pada Cantika. Cantika menatap wajah Batara yang sedang berusaha menahan amarah sambil tersenyum culas. “Heran, kenapa mereka baru melakukannya sekarang, sih?” gumamnya sambil tertawa sendiri. “Lambat!” “Terkutuklah kamu, Cantika?!” bentak Batara lalu mengangkat tangannya hendak menampar Cantika. Namun Batara mengurungkan niatnya menampar Cantika karena mendengar suara teriakan anak kecil yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN