Tak peduli pada apa pun Bu Menik membuka pintu kamar mandi. Ia segera menarik tubuh Aruna yang sudah kehabisan napas menjauh dari Cantika. “Apa yang Anda lakukan, Non? Anda bisa membunuhnya.” “Biarkan saja jalang itu mati!” “Tapi membunuhnya tidak akan menyelesaikan masalah,” tukas Bu Menik lalu membantu Aruna berdiri dan membopongnya keluar dari kamar. Bu Menik segera membawa Aruna keluar dari kamar Cantika. Dengan langkah lebar Cantika mengejar dua pembantunya itu. Tepat ketika Bu Menik hendak membuka pintu kamar, wanita itu melihat pergerakan Cantika yang tengah meraih gelas lalu bersiap untuk melemparkan gelas tersebut ke arah Aruna. Saat melihat pergerakan cepat Cantika yang sedang membawa gelas menuju ke arah Aruna, Bu Menik segera memeluk tubuh Aruna dari belakang dan berhas

