57. Save Me

1600 Kata

Malam harinya Bu Menik menyiapkan meja makan seorang diri. Aruna tidak tampak di ruang makan bahkan di sekitarnya. Hal itu menimbulkan kecurigaan bagi Nyonya Eliya. Ia merasa sesuatu yang tidak beres pasti sedang terjadi di rumah ini saat dirinya pergi siang tadi. Tak mendiamkan hal itu ia pun bertanya pada Bu Menik. “Kenapa kamu sendirian? Apa perempuan itu belum sembuh?” tanya Nyonya Eliya saat Bu Menik meletakkan mangkuk berisi sup di samping piringnya. “Masih belum pulih, Nyonya.” “Apa sudah dibawa ke dokter? Dia sudah terlalu lama seperti itu,” celetuk Jingga yang langsung mendapat pelototan gratis dari ibu tirinya. Jingga yang sadar telah ditatap dengan sorot mata mengerikan itu seketika menundukkan kepala. “Saya sudah membawanya ke dokter. Setelah ini dia pasti segera pulih,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN