Keluar dari kamar Jingga, Nyonya Eliya tidak lantas kembali ke kamarnya sendiri. Ia mendatangi kamar Cantika untuk meminta penjelasan atas cerita Jingga soal Aruna. “Ada apa, Ma? Sepertinya penting banget sampai nggak bisa menunggu besok untuk menemui aku?” tanya Cantika dengan ekspresi malas. “Apa kamu sedang sibuk sampai tidak bisa menerima kedatangan saya di kamarmu?” sinis Nyonya Eliya. “Nggak sibuk. Tapi aku lagi pengen sendiri.” Seolah tak peduli pada privasi Cantika, Nyonya Eliya menerobos masuk ke kamar Cantika. “Saya dengar terjadi keributan di kamar ini tadi siang,” ungkap Nyonya Eliya setelah berada di dalam kamar Cantika. Ia duduk di sebuah sofa single lalu menatap Cantika dengan tatapan mengintimidasi. “Keributan?” tanya Cantika pura-pura tidak tahu. “Nggak ada ribut

