59. Meredam Rasa Rindu

1478 Kata

Ketika Batara akhirnya kembali ke rumah ia sedikit heran karena yang menyambutnya hanya Bu Menik. Ia ingin menanyakan keberadaan Aruna pada Bu Menik tapi sungkan pada ibu mertuanya yang masih ada di rumahnya. “Apa kabar, Ma?” sapa Batara sambil bercipika cipiki dengan mamanya. “Baik, Nak. Kamu sendiri gimana? Pekerjaanmu lancar?” “Kabarku sedikit kacau karena merindukan rumah. Pekerjaan jangan ditanya, mau nggak mau harus lancar,” jawab Batara dengan santai. “Ngomong-ngomong Cantika mana?” tanya Batara. “Baguslah kalau lancar. Cantika sedang membujuk Jingga untuk makan. Sejak pulang sekolah tadi dia tidak mau makan. Di sekolah juga dia tidak menyentuh bekalnya sedikitpun padahal sarapan hanya seadanya saja.” “Loh, pengasuh-nya mana?” Akhirnya Batara punya alasan untuk menanyakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN