18. PERNIKAHAN DINI Ikut mabuk-mabukan Penulis:Lusia Sudarti Part18 -------------- Aku pun kembali melihat tanaman, walau sesungguhnya fikiranku sedang kalut. Suara adzan magrib terdengar dari segala penjuru desa. Aku bersiap untuk kemushola, sholat dan mengaji seperti biasa. "Lita," suara Sumi membuyarkan konsentrasiku menghafal surat pendek. "Iya Sum, kenapa?" jawabku, aku menatapnya dengan penuh tanya. "Sepertinya kamu gak bahagia?" selidiknya. Huuffhh...! Aku membuang nafas kasar mendengar pertanyaan Sumi. Sejenak aku berhenti menghapal ayat-ayat pendek. "Mau gimana lagi Sum, sudah suratan takdir yang harus aku jalani," lirihku, aku menundukkan kepala, menahan bening yang hampir luruh. Aku harus kuat. "Ehemm Lita, Sumi!" Suara teguran dari guru ngaji kami, aku menoleh ke

