74. PERNIKAHAN DINI Memasak Penulis : Lusia Sudarti part 74 Aku menaruh kembali gawai di nakas dan sekalian mengisi daya. Malam ini setelah sholat isya, aku merebahkan tubuhku. Aku ingin cepat istirahat sebelum aku di sibukkan dengan semua pekerjaan rumah esok hari. Namun ketika netra telah tertutup, dan kantuk menghampiri, benda pipih yang aku charger di atas nakas berdering. Suara instrumen sholawat nabi yang kugunakan sebagai nada dering, mengalun sangat merdu. Dengan tanpa melihat si penelpon aku segera menerima panggilan, benda pintar itu kutaruh di atas telinga, karena rasa kantuk yang mebyerang. (Halo...) aku menyapa dengan rasa malas dan suara khas orang yang setengah sadar. (Halo. Udah tidur kamu Lit?) terdengar sahutan dari seberang telpon dan ketika aku mengenali pemil

