90. PERNIKAHAN DINI Berhenti Dari Bekerja, Bertemu Dengan Seorang Malaikat Berwujud Manusia. Penulis: Lusia Sudarti Part 90 "Terimakasih atas kebaikan kamu. Namun maaf aku menunggu ojek aja," tolakku halus, agar ia tak tersinggung. "Santai aja. Aku bermaksud baik kok," ujarnya tersenyum. "Aku tau kamu bermaksud baik," ujarku sambil tersenyum simpul. "Nah itu tau, tetapi kenapa menolak kalo sudah tau?" Ferdi tersenyum kembali. "Eh tapi ngomong-ngomong, kamu mirip peramal ya?" Ucapnya sambil menatap di kejauhan. "Maksudnya peramal...?" tanyaku pura-pura tak faham. "Yah kamu bilang tadi kamu tau," bibirnya melengkung membentuk senyum dan menampilkan giginya yang putih dan rapi. "Tapi beneran lho, aku penasaran, emang kamu tau dari mana? Kamu bisa baca pikiran?" sambungnya, sepertin

