32. PERNIKAHAN DINI Hinaan Seorang Suster Penulis : Lusia Sudarti Part 32 "Saya nggak sekolah Pak, keburu di nikahin, karena enggak laku," aku sedikit ketus, Ibu hanya diam tertegun mendengar ucapan ku, yang seolah menyalahkan nya. ????? "Oh gitu?" Pak sopir pun mengerti. "Wah sayang sekali ya?" Sambungnya, aku hanya diam tak menanggapi lagi, pun Ibu. Kami semua terdiam. Pak sopir masih fokus ke jalan. "Nanti jam berapa pulang nya Bu?" Sopir memecah keheningan. "Enggak tau Pak, antri apa enggak nya." Jawab Ibu. "Tunggu aja di depan toko elektronik di depan pasar ya Pak?" Pinta Ibu. "Iya beres Bu," ????? Setelah sekitar lima belas menit, kami sampai di pasar terbesar yang ada di kota. Kami mencari Mang Ojek untuk mengantar ke Rumah Sakit. Aku sedikit lemah. Ibu menuju ruang pen

