POV SAVANNAH Aku lantas berhenti di depan gedung Blue Stone di Fifth Avenue lalu memandanginya dengan takjub. Perutku tiba-tiba saja bergejolak karenanya. Rasa semangat dan gugup bercampur menjadi satu. Selain rumah Edward, aku tidak lagi ke rumah pria mana pun. Satpam menyambut kedatangan Rafael, lalu membuka pintu untuk kami. Di dalam juga ada yang berjaga, tapi sedikit pun dia tak mempermasalahkan kami yang sedang menuju lift. Saat berada di dalam lift pun, aku tidak tahu harus berbicara apa. Langkah besar baru saja kumulai dengan memasuki kehidupan Rafael. Sebuah cara untuk mengenalnya dengan baik. Ada yang berkata, kalau ingin melihat karakter seseorang, maka lihatlah dari rumahnya dan aku berharap kalau itu adalah benar. Rafael lalu menautkan jari kami sambil berkata, “Mendekatla

