POV SAVANNAH Tangan Rafael sepertinya sangat tahu bagaimana caranya memberikan sentuhan. Satu tangannya membelai punggungku dan satunya lagi menekan tengkukku. Aku melemah karena itu. Sekujur tubuhku langsung saja membara menginginkan dirinya malam ini. Aku memang masih takut untuk menerima tawaran Rafael, tapi aku juga merasa tidak ada pilihan lain selain ini. Aku ingin untuk bersamanya. Perihal alasan mengapa dia enggan membuka dirinya, aku tidak keberatan menunggu sampai dia siap. Aku mencoba mengalihkan pikiranku dari hal-hal yang menakutkan, yang belum tentu akan terjadi juga. Pelan, tapi pasti tangan Rafe kini memberikan belaian di pahaku. Tak butuh waktu lama dia pun mengangkatku. Kakiku melingkar di pinggangnya dan tangannya pun bertumpuh pada kakiku. Tanpa memberi jeda untuk

