Riruka mengurut pelipisnya sejenak sebelum membuka pembicaraan. Lebih tepatnya untuk memulai penjelasan soal kondisi Noir pada Vhyung dan beberapa detail lainnya yang perlu pria putus asa ini ketahui. Keheningan mendominasi keduanya. Riruka bisa melihat adanya jejak air mata di pipi pria itu. Apakah memang sebelumnya Vhyung selemah ini ? serapuh ini? sampai matanya basah dan sembab. Ketukan pintu menyadarkan dirinya. Bergiliran masuk keruangan, ayah Vhyung, Hisagi, dan juga Mey. Mereka bertiga mengambil posisi duduk disofa mengisi ruang yang tersisa yang telah diduduki oleh Vhyung yang menjadi tamu pertama diruangannya. “Bagaimana kondisinya ?” kalimat tembakan itu adalah milik Vhyung yang sedari tadi diam membatu. Padahal Riruka masih butuh waktu untuk menyusun kalimat yang paling bi

