Selain karena pekerjaan yang kian lama kian menumpuk. Mengurus Noir juga bukan perkara mudah sebab wanita itu kekeraskepalaannya sama dengan batu. Belum lagi dia ngidam hal-hal yang aneh, mudah marah, dan gampang tersinggung. Dan akhir-akhir ini Vhyung perhatikan gerakan perempuan itu semakin lincah dan ya, bisa dibilang istrinya itu makin tidak mau diam. Noirnya jadi sering sekali menolak untuk dilayani seperti biasa. Sebaliknya dia melakukan hal yang berkebalikan. Dia mencoba memasak sendiri. Dan terakhir, dia bahkan berkunjung ke kantor membawa makan siang untuknya. Sebetulnya Vhyung tahu wanita itu hanya ingin pamer atas usaha dan kerja kerasnya setelah berkutat seharian didapur. Meski berat hati, Vhyung masih bisa menerima kedatangannya karena lelah berdebat dengan Noir. Tapi sebagai

