Pagi itu sangat cerah, aku bisa mendengar sesekali Vhyung bersenandung kecil sembari merapikan kemejanya. Kicau burung, matahari yang menyapa bumi dengan cahaya cerah menyegarkan tepat khas akan musim semi. Dan aku yang sedang dalam kondisi mood yang buruk ingin sekali menghancurkan kebahagiaan pria itu pagi ini. “Vhyung.. Vhyung !” teriakanku membuat pria itu sedikit tersentak lalu menoleh kearahku yang masih bermalas-malasan diatas ranjang. Bergelung dengan selimut. Aku merasa tak ingin beranjak dan kini yang sedang kulakukan adalah merayu pria ini untuk membatalkan keinginannya bertemu keluargaku. Ayolah cukup bagiku untuk bersusah payah keluar darisana. Masa sekarang aku harus kembali pada keluarga menyebalkan itu untuk meminta sebuah restu. “Berisik Noir. Sekarang cepat bangun dan b

