"Maksud Eneng, Eneng gak inget siapa nama Eneng, begitu?" tanya Nenek seketika mengerutkan kening. "Eneng manesia?" "Amnesia, Nek. Bukan manesia," ralat Yuanita seketika tersenyum ditengah rasa sakit yang ia rasakan disekujur tubuhnya. "Aduh! Gimana atuh, am-amnesia itu artinya Eneng gak inget apa-apa?" Yuanita menganggukkan kepala seraya memejamkan kedua matanya sejenak lalu kembali menatap wajah sang Nenek. "Eneng gak inget nama, sama di mana Eneng tinggal, begitu?" Yuanita kembali mengangguk masih dengan ekspresi wajah yang sama. "Ya Tuhan, bagaimana ini?" decak Nenek seraya menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya sendiri. "Ada apa, Nek? Suara Nenek sampe kedengeran ke kamar mandi lho," tanya Kakek berjalan dari arah belakang. Kedua matanya seketika membulat saat melihat

