"Apakah Anda memiliki musuh, Pak Alvian? Rasanya gak mungkin gosip itu tiba-tiba tersebar jika Anda tidak memiliki musuh atau saingan dalam berbisnis misalnya?" wartawan kembali bertanya. "Tid--" "Punya, suami saya punya musuh," sela Yuanita bahkan sebelum Alvian menyelesaikan apa yang handak ia sampaikan. "Suami saya punya musuh dalam selimut dan orangnya pasti lagi ketar-ketir sekarang." Alvian sontak menoleh dan menatap wajah istrinya dengan kening yang dikerutkan. Musuh dalam selimut? Alvian benar-benar dibuat bingung dengan pernyataan istrinya karena ia merasa tidak memiliki musuh, apalagi orang tersebut ada disekitarnya. "Sayang," bisik Alvian mendekatkan wajahnya di telinga Yuanita. "Maksud kamu apa?" Yuanita tersenyum ringan lalu semakin merekatkan genggaman tangannya seakan

