Bab 18. Ketentuan Tuhan

1010 Kata

"Kenapa kamu diem aja, Yun? Kakek kenapa? Jangan bikin saya semakin khawatir gini dong!" tanya Alvian dengan wajah pucat. "Kakek ... kakek lagi dioperasi, Mas, tadi aku liat kondisinya semakin menurun, Dokter sama perawat sampe panik gitu," jawab Yuanita seraya terisak. "Aku takut kakek kenapa-napa, Mas. Aku belum siap kehilangan kakek." "Ya Tuhan," decak Alvian seraya mengusap wajahnya kasar. "Tolong selamatkan kakek saya, Tuhan. Saya mohon." Yuanita masih terisak. Bahunya turut berguncang dengan d**a yang terlihat naik turun. Telapak tangannya seketika bergerak meraih lalu menggenggam jemari Alvian seakan meminta untuk ditenangkan. "Kakek pasti baik-baik aja, Yun. Kamu tenang, ya. Kita berdoa sama-sama," ujar Alvian balas menggenggam telapak tangan istrinya. Pintu ruangan tiba-tiba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN