Suara bel pertanda pulang nyaring terdengar sampai ke ujung kelas. Acha dan Reina bersiap meninggalkan kelas, setelah doa dibacakan dalam hati bersama. Satu per satu mulai keluar, tetapi Acha malah menuju bangku kosong di belakang, lalu menelengkan kepalanya mendapati makanan khusus main game masih penuh. Reina berdecak, "Jual aja, Cha, untung nanti ... anak-anak kagak usah turun jauh-jauh ke kantin," ledeknya. "Enak aja! Ini juga bangku gua selamanya, ya!" peringat Acha sambil berjalan keluar. "Lagian, kelas kita udah penuh emangnya sapa lagi yang masuk? Pastinya, kalo murid baru ke kelas bawah," jelas Reina berjalan beriringan. Awan terlihat menghitam, pertanda hujan akan datang. Memang, bulan November ini selalu bertepatan datangnya hujan. Bibir Acha menyunggingkan senyuman, ia berh

