Bukannya rasa dingin menggigil dirasakan. Namun, beda dengan Acha, ia meneriaki Devid agar melebihi kecepatan motornya, membuat Acha melayang-layang. Halilintar tak nampak, merestui kebahagiaan Acha, walaupun tak lama karena kini Devid telah menghentikan laju motornya tepat di depan gerbang rumahnya. Acha masih berteriak kekanak-kanakan, suara lebatnya hujan menyamarkan teriakannya. Devid mengusap wajahnya kasar, sedangkan Acha masih duduk di jok belakang. "Turun, Changcut!" titah Devid sambil melirik Acha. Acha samar-samar mendengar teriakan Devid. "Apa lo bilang?" tanya Acha tepat di belakang kuping Devid. "Anjing, bisa-bisa gua b***k!" ketus Devid sambil menggosok kupingnya. "Balik! Turun!!" teriak Devid. Entah keberanian dari mana, Acha merangkul Devid dari belakang. Tangannya me

