37

1233 Kata

Devid kembali dari kamar mandi, sambil sesekali mengurut keningnya yang masih terasa pening. Saat melihat bayangan wajahnya di cermin, matanya nampak memerah dan Devid sudah menyiapkan jawaban dari siapa pun yang bertanya. Dinda mendongak. Tak salah lagi, anaknya memulai skenario, demi menghindari pertanyaan dari Acha dan Reina. Ia membawa Devid menjauh sementara. "Anter, mama, ke kantin, ya," ajaknya seraya bangkit. Acha dan Reina masih berpelukan, jadi mereka tak melihat langsung kedua bola mata Devid yang memerah. Ibu dan anak itu berjalan beriringan, melewati orang-orang yang menyaksikan persidangan. Sampai di kantin, Dinda memilih meja paling pojok. "Kamu kenapa?" tanya Dinda khawatir setelah duduk berhadapan dengan Devid dan mengelus rahang anaknya itu. Senyuman Devid membuatnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN