38

1328 Kata

Acha memainkan tanaman bunga milik Nia, sambil sesekali mengingat kejadian tadi malam, ia mengembuskan napas panjang, mencoba memulai hari yang sudah menjadi kenyataan pahit di hidupnya. Sampai suara bising motor terdengar, menandakan Devid dan Reina datang. Reina berlari menghampirinya, lalu mulai memantulkan bolanya dengan semangat. Devid dari belakang memutar-mutar kunci motornya di tangan, Acha masih mematung, Devid pun menghampiri. "Main? Jangan diem mulu, Cha," ujar Devid, tangannya mengelus pelan bahu Acha. Sudut bibir Acha menyunggingkan seulas senyum. "Gua gak selemah itu!" ketus Acha diakhiri menjitak kepala Devid. Reina menatap dua temannya itu, Acha menghindar dari tangan Devid yang siap menggelitiki pinggangnya. Namun, entah perasaan apa tiba-tiba muncul, Reina enggan meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN