Bel istirahat telah berbunyi dari lima belas menit yang lalu, membuat kelas menjadi sepi karena kebanyakan langsung menuju kantin, termasuk Reina bersama Syifa dan Nadia. Namun, Acha selalu berbeda kadang ia menekuri buku novelnya yang harus tamat—atau seperti sekarang ini, memainkan ponselnya. Suara hentakkan sepatu bergema di ambang pintu, tak salah lagi Devid bersandar santai menatap langsung Acha yang masih marah kepadanya. Hingga tatapannya menangkap sosok orang baru, tepat di bangku milik mereka berdua. Penghuni SMA garuda selalu cepat tahu info, siapa murid baru dan orang populer sekali pun. Maka, Devid tak harus bertanya dua kali, ia tahu. Lelaki di belakang Acha yang dimaksud cewek sekelasnya. Bule kesasar. Langkah Devid sampai di samping kursi Acha, tetapi tatapan mereka belum

